Tinggal di Turki, Apa yang Beda (Bagian 2)

Sistem Transportasi Umum

Salah satu dari banyaknya hal yang bikin betah tinggal di Istanbul adalah sistem transportasi umumnya. Iya! Mereka punya sistem yang sangat baik menurut saya (walaupun sopir-sopir minibüs seringnya ugal-ugalan). Jadi kalau kamu ke Istanbul sendiri ataupun sama teman dan keluarga, jangan bingung lagi ya. Naik kendaraan umum aja. Beneran deh!

Suasana halte dekat tempat les bahasa Turki dan kantor nikah kami di Kadıköy.

Sejak awal pindah ke Istanbul saya langsung mengambil les bahasa Turki dan harus bolak-bolak sendiri dengan transportasi umum karena suami saya bekerja (dan saya belum berani nyetir di Istanbul). Jadi selain tempat tinggal, sistem transportasi umum inilah yang juga langsung saya rasakan perbedaannya saat pindah.

IMG_20181111_193157.jpg
Istanbul Kart dengan pelindung pink manis. Pelindung kartu juga dijual di kios-kios.

Kenapa sih? Apa bedanya dengan sistem transportasi umum di Jakarta? Perbedaan utamanya ada di cara pembayaran. Di Istanbul mayoritas kendaraan umumnya bisa dibayar hanya dengan menggunakan satu kartu: Istanbul Kart dan harganya hanya satu tarif untuk semua!

Kartunya sebenarnya ada beberapa jenis, tapi penerbitnya hanya satu dan seluruh kendaraan umum yang disebutkan di atas pun hanya menerima kartu ini. Jenis-jenis kartu Istanbul Kart itu adalah kartu anonim (untuk umum), kartu berlangganan (dibayar bulanan), kartu berdiskon (untuk guru, murid, dan 60 tahun ke atas), kartu non-tarif (yaitu gratis untuk 65 tahun ke atas, penyandang cacat, petugas keamanan kota, atlet nasional, istri martir, veteran, istri veteran, dll), dan kartu terbatas (sekali sampai 10 kali jalan).

Selain kartu-kartu ini juga ada Jeton yaitu berupa token sekali jalan. Umumnya bisa ditemui di stasiun trem. Tapi saya nggak menyarankan pilihan ini karena mahal, sama seperti kartu sekali jalan.

IMG_20181114_011301.jpg
Kartu sekali jalan dari mesin Biletmatik: 5 Lira harganya. Mahal.

Makanya untuk turis, pakai Istanbul Kart anonim aja. Satu kartu ini bisa dipakai sampai 5 orang, jadi cukup beli satu aja kalau liburan ramai-ramai ke Istanbul.

Belinya di mana? Bisa beli di Bandara dan di stasiun-stasiun besar lainnya: Eminönü, Sultanahmet, atau di kios-kios yang bertuliskan “Istanbul Kart” dan “Akbil dolum noktasi” (titik isi ulang). Harga Istanbul Kart 10 Lira, untuk kartunya aja. Di tempat yang sama kamu bisa minta diisikan juga. Saya sangat menyarankan untuk membeli Istanbul Kart karena tarif sekali jalan itu 5 Lira, sementara tarif normal dengan Istanbul Kary itu hanya 2,60 Lira ke manapun dan dengan kendaraan apapun.

Selain di kios-kios tersebut, kita juga bisa isi ulang di mesin yang ada di hampir semua stasiun dan mudah banget, ada pilihan berbahasa Inggris juga. Mesin ini menerima uang kertas bernilai 5, 10, atau 20 Lira. Bahkan sekarang sudah ada aplikasinya untuk isi ulang dengan uang elektronik.

IMG_20181113_001258.jpg
Mesin isi ulang Istanbul Kart yang juga menyediakan kartu sekali jalan.

Selain kemudahan pembayaran, sistem ini juga baik dari segi perencanaan rutenya. Dengan berbagai macam pilihan kendaraan, satu rute dengan yang lainnya saling berhubungan tanpa tumpang tindih. Saking baik sistemnya, Google Map pun dapat dengan tepat memberikan saran beberapa pilihan kendaraan dan rutenya. Serius! Saya yang waktu itu nggak bisa ngomong apa-apa pun bisa jalan-jalan tanpa nyasar.

ag haritasi.jpg
Peta sistem transportasi rel di Istanbul. Klik foto untuk mengunjungi website.

Kendaraan apa aja yang bisa dibayar dengan kartu-kartu ini?

Otobüs

Bus besar ini memiliki halte khusus dan tidak akan berhenti di tempat lain. Kamu akan memasuki bus dari pintu bagian depan dan membayar tarif dengan mendekatkan kartu ke mesin yang ada di samping sopir. Saat sudah dekat halte tujuan, kamu bisa pilih pintu manapun yang dekat dengan kursimu dan tekan tombol berhenti. Sopir akan berhenti di halte terdekat setelah kamu menekan tombol dan membuka pintu yang ada di depanmu.

Kalau busnya penuh jangan bingung, naik aja dari pintu manapun yang terbuka. Setelah masuk, kamu bisa mengoper kartu kamu ke depan. Penumpang yang paling depan lah yang akan “membayarkan” tarif busmu. Setelah itu mereka akan oper balik ke kamu. Inilah pentingnya punya pelindung kartu berwarna, jadi akan lebih sulit tertukar di dalam bus.

Kapal ferry

Kendaraan umum favorit saya! Pemandangan, angin, dan suara airnya bikin tenang. Kapal ferry ini tentu hanya bisa ditemui di sepanjang selat Bosphorus. Di dalam kapal ferry pun ada penjual camilan, teh, dan seringkali ada musisi jalanan. Benar-benar romantis deh! Wajib naik kapal ferry sering-sering kalau sedang di Istanbul.

Dengan pemandangan begini, mendingan naik kendaraan umum kan?

Trem

Trem ini juga sangat memudahkan mobilisasi, terutama untuk perpindahan jarak dekat. Trem tersedia di kawasan-kawasan yang sangat ramai. Kalau kamu ke Istanbul dengan keluarga dan nggak biasa jalan kaki, trem bisa jadi pilihan utama karena umumnya tempat wisata di Istanbul adanya di daerah itu-itu aja.

Salah satu trem tua yang masih beroperasi di kawasan Kadıköy dan alun-alun Taksim.

Metro

Sistem kereta bawah tanah ini jaringannya terus bertambah setiap tahunnya jadi membuat warga semakin nyaman. Metro ini sistemnya sama dengan MRT di Jakarta, kamu membayar di gerbang. Saat naik eskalator, plis plis plis banget berdiri di jalur kanan. Kalau mau jalan, baru ke jalur kiri. Kalau jalannya lama, lebih baik berhenti aja di jalur kanan supaya nggak menghalangi perjalanan orang lain. Sebelum masuk ke kereta, plis plis plis banget tunggu penumpang keluar semua dulu. Jangan bikin malu ya, udah gede. Hahahaa.

Jangan lupa juga bawa kebiasaan baik ini ke Jakarta.

IMG_20181112_145306.jpg
Jangan lupa, beri jalan penumpang yang keluar dulu.

Marmaray

Kendaraan ini jalurnya nggak terlalu panjang tapiiii, jalur ini dibangun di bawah laut. Keren ya! Tapi jangan berharap kamu akan lihat terowongan seperti di Jakarta Aquarium ya. Saya pun ngarepnya gitu waktu pertama kali naik. Tapi sayangnya kamu nggak akan segirang itu saat melewatinya.

Ilustrasi jalur Marmaray dan benda-benda bersejarah yang ditemukan saat penggalian.

Tünel

Dibanding jalur Marmaray, jalur Tunel yang berumur 140 tahun ini jauh lebih pendek karena hanya ada 2 stasiun: Galata dan Beyoglu. Kenapa pendek banget? Pertama, karena jalur trasnportasi ini dibangun tahun 1800-an saat wilayah paling ramai di Istanbul hanya di dua daerah ini. Selain itu, dua daerah ini sangat landai dan melelahkan untuk dilewati. Bayangin aja, saat itu sekitar 40.000 orang melewati jalur ini setiap hari. Masuk akal kan kalau dibuatkan kendaraan ini?

Kenapa kamu harus coba kendaraan ini? Karena umur jalurnya sudah 140 tahun! Siapa yang mau melewatkan pengalaman ini? Dan kamu akan merasakan uniknya kendaraan yang sengaja dibuat miring demi mengikuti jalur landai ini. Sejarah lengkapnya bisa kamu lihat juga di stasiunnya.

IMG_20181114_011118.png
Klik foto untuk mengunjungi website mereka (dan untuk melihat keretanya bergerak naik turun). Hihihii.

Bonus info:

Selain kendaraan umum yang ada di sistem Istanbul Kart, di Istanbul juga ada kendaraan lain yang masih menggunakan uang tunai yaitu taksi dan minibüs. Minibüs ini sifatnya seperti angkot: bebasss! Hahhaa. Karena mereka memang bebas berhenti di mana aja, nggak seperti otobüs (tapi nggak pernah ngetem). Mereka juga menuliskan rutenya di bagian pintu atau jendela. Saat masuk, kamu akan mendekati sopir, menyebut tempat tujuan, dan dia akan memberitahukan tarifnya.

Kalau sedang penuh, sama seperti di otobüs, kamu akan mengoper uang ke orang di depanmu sambil menyebutkan tempat tujuan. Kalau ada kembalian, mereka akan mengembalikan dengan mengoper juga.

Waktu awal-awal naik ini dan belum bisa bahasa Turki, ada seorang murid yang mengoper uang ke saya sambil menyebutkan sesuatu. Dengan sotoynya saya ambil uangnya dan mengoper ke depan tanpa bilang apa-apa karena saya nggak tahu dia ngomong apa. Orang depan menengok ke belakang dan nanya, “ini uang untuk ke mana?” Berhubung saya ora ngerti, jadi saya diam saja. Untung si murid menyahut. Saya ngakak dalam hati karena kesotoyan sendiri, “ngapain gue ambil duitnya ya kalo gue nggak bisa ngomong?”

Jadi untuk kamu, para turis, nggak perlu naik minibüs ya. Hihii.

LRM_EXPORT_239003562609885_20181111_194039649.jpeg
Si angkot ugal-ugalan. Naik-turun kendaraan ini harus cepat karena sopirnya buru-buru melulu.

Setelah baca ini, masih mau naik taksi di Istanbul? Taksi mahal coyyy! Kondisi pertaksian di Istanbul mirip sama kondisi taksi kita beberapa tahun lalu: sopir taksi mulai sering menolak mengantar ke daerah macet dan menolak menyalakan argo. Selain itu, daerah turis di Istanbul juga memang sering macet. Daripada menghabiskan uang dan waktu di taksi yang sempit, enakan jalan-jalan dengan kendaraan umum toh?

Siapa yang dalam waktu dekat berencana main ke Istanbul? Tulis komentar di bawah ya kalau ada pertanyaan lainnya. Dengan senang hati akan menjawab dan membantu, asal jangan minta bayarin.

Advertisements

6 thoughts on “Tinggal di Turki, Apa yang Beda (Bagian 2)

  1. Halo Kak Aya! Aku kebetulan mau ke turki bulan januari untuk pertukaran pelajar selama 1 setengah bulan. Untuk ke turki aku perlu bawa dollar gak sih? dan kira2 aku butuh bawa uang berapa lira ya? Terimakasih☺️😊

    Like

  2. Seseneng itu baca blognya kak ayas, aslik bahagia bgt kalo indonesia menerapkan sistem kendaraan umumnya kayak di istanbul, jujur sebagai pengguna kendaraan pribadi kadang capek sama kacaunya jalan yg macet2 gajelas gitu loh apalagi pengendara lain kadang suka mancing emosi wkwkwk😂😂😂. Sukses terus kak ayas!🙏🏻

    Like

    1. Makasih yaaa. Aku optimis kita bakal kaya gitu juga suatu saat. Sekarang pelan2 udah berasa kok dengan adanya MRT, LRT. Bahkan yang udah duluan ada kaya KRL dan TransJakarta pun udah hebat bangettt. Tinggal masyarakatnya aja yang pelan2 harus berubah juga mengikuti kemajuan yang sudah dibangun. Masih butuh banyak waktu, bahkan mungkin lebih dari 30 tahun. Tapi pasti kita akan sampai sana. 🤗

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s